This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Februari 2015

BELUM SELESAI JALAN RUSAK, SEKARANG JEMBATAN RUSAK



Ada-ada saja fenomena yang terjadi. Masalah jalan yang rusak belum teratasi, ada lagi masalah, yakni patahnya jembatan penghubung yang menghubungkan antara desa Sendang Asih dengan desa Sendang Agung. Patahnya jembatan utama ini disebabkan arus air sungai yang begitu kencang tidak mampu tertahan oleh podasi jembatan tersebut. Menurut penuturan salah satu warga Desa Sendang Agung yang sedang mengamati kondisi Jembatan, Mas Suripto mengatakan “patahnya jembatan ini terjadi pada hari Senin, 19 Januari 2015.  Patahnya Jembatan Sendang Agung-Sendang Asih terjadi sekitar pukul 18.00 yang kala itu arus air sungai yang cukup deras terlihat dari tingginya permukaan air sungai hamper mencapai badan jalan“
Faktor penyebab patahnya jembtan penghubung Desa Sendang Agung dan Sendang Asih adalah karena bergesernya posisi Pondasi atau kaki jembatan tersebut. Hal tersebut disebabkan arus air yang mengikis tanah yang menjadi dasar pondasi jembatan, akibatnya menggeser posisi beton. Selan itu aktivitas penambangan pasir yang berlokasi dekat dengan jembatan juga ditengarai menjadi penyebab jatuhnya beton jembatan. Karena tanah dan pasir yang selalu diangkut oleh penambang pasir yang menjadi dudukkan beton pun berkurang.
Banjir besar yang melanda desa Sendang Asri Kecamatan Sendang Agung ini bukan kali ini saja terjadi. Dua tahun yang lalu banjir besar juga terjadi di Sendang Asri, banyak rumah penduduk yang ternedam banjir selama satu minggu. Kemudian tahun ini, dampak yang diakibatkan banjir cukup parah, yakni terputusnya jembatan penghubung antara kampung Sendang Asih dan Sendang Agung. Akibatnya, aktifitas perekonomian pun terhambat karena putusnya jembatan penyebrangan satu-satunya ini.

Saat ini yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah melakukan penyebrangan menggunakan perahu rakit dari bambu. Beberapa pedagang dan masyarakat yang ingin melanjutkan aktivitasnya harus menggunakan jasa penyebrangan rakit. Untuk satu kendaraan bermotor dikenakan tariff Rp 5.000,-. Para pedagang kecil banyak yang balik arah dan tidak jadi melanjutkan aktivitas mereka seperti biasanya karena belum tentu keuntungan yang mereka dapatkan bisa menutupi biaya Pulang Pergi sebesar Rp 10.000,-. Untuk kendaraan besar yang akan Desa Sendang Asih harus memutar arah melewati jalan Desa Sendang Baru. Hingga saat ini hanya jembatan darurat yang bisa digunakan untuk menyebrangi sungai.

MASYARAKAT JAMAAH MASJID NURUL ANWAR MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW




Rabu, 21 Januari 2015, jamaah masjid Nurul Anwar memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi diadakan di halaman masjid dengan pembacaan Sholawat Simtud Duror. Sebanyak 5000 jamaah hadir mengikuti pengajian yang diisi oleh Habib Zein dari Kalisari. Kegiatan diisi dengan pembacaan Sholawat Simtud Duror di awal acara dan kemudian dilanjutkan dengan siraman rohani. Acara dimulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berjalan dengan lancer karena kebetulan pada malam dilaksanakannya kegiatan ini cuaca sedang pada kondisi cerah.
Pada acara tersebut, hadir pula Kepala Kampung Sendang Agung. Beliau menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada panitia pengajian Maulid Nabi Muhammad  SAW dan juga memberikan pesan kepada warga kampung Sendang Agung untuk berpaya merapikan halaman rumah dan juga pinggir jalan guna mengikuti lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Tengah. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk menanam tanaman sayur yang menghasilkan dalam jangka waktu 2-3 bulan. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan suasana desa yang unggul dalam pertanian dan perkebunan. Pesan yang lain yang tak kala pentingnya adalah imbauan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada menjaga ruah beserta harta bendanya untuk menghondarkan dari kejahatan pencuri yang beberapa minggu lalu marak terjadi di kecamatan lain.

Para jamaah terlihat antusias mengikuti acara kegiatan tersebut, walaupun masih banyak jamaah yang belum begitu tahu dan mengerti iringan nada Sholawat dan juga syair dari Sholawat Simtud Duror. Walaupun masih ada beberapa yang terbata-bata untuk bersolawat karena tidak hafal syairnya, hal tersebut tetap tidak mengurangi semangat masyarakat dalam memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada beberapa anak kecil yang dengan semangatnya mengibar-ngibarkan bendera bertuliskan Nahdlatul Ulama. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menambah kecintaan kita kepada Rasul dan juga Ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Dan juga, semoga nilai-nilai Nahdlatul Ulama tetap menjadi pegangan generasi-generasi penerus yang akan memegang tongkat Estafet menghidupkan Islam  dan memakmurkan negeri guna melestarikan warisan Ahli Sunnah Wal Jama’ah di Nusantara.
MUSIM HUJAN, BERKAH BAGI PARA PETANI

Sudah lebih dari dua bulan terjadi musim hujan. Walaupun telah lama terjadi hujan, petani di Sendang Agung baru melakukan penanaman padi sejak satu bulan yang lalu. Hal ini dikarenakan perhitungan mangsa yang tepat guna menghindari ancaman hama dan penyakit. Hujan yang begitu lebat terjadi mulai dua bulan yang lalu, dan saat ini intensitan hujan juga telah berkurang. Hal ini berakitbat volume air yang ada di sawah juga berkurang. Kemungkinan yang akan terjadi apabila petani melakukan penanaman lebih awal dari yang saat ini bakal terjadi serangan hama, dan kemungkinan bear bibit padi yang baru ditanam akan habis dimangsa keong mas karena genangan air yang terlalu banyak tidak dapat dibuang.

Saat melakukan perjalanan pulang, terlihat warna hijau yang menebar dari ujung ke ujung dataran sawah di Sendang Agung dan daerah sekitarnya. Mata pun terhibur dengan kesejukan alami yang disajikan oleh pemandangan alam Desa Sendang Agung. Mudah-mudahan pada musim tanam ini petani akan menerima jerih payahnya dengan hasil panen yang banyak dan juga berkah, aamiin.


Sekian ulasan mengenai musim tanam kali ini, Wassalam…
JALAN RUSAK PARAH, PEMERINTAH PUN TAK SEGERA BERBENAH, RAKYAT PUN HANYA PASRAH
Kondisi jalan rusak bukan hal baru lagi di Sendang Agung. Dari mulai Kalirejo sampai ujung Kecamatan Sendang Agung, kondisi jalan utama sama saja rusak parah. Ditambah lagi musim hujan kali ini, membuat jalanan yang berlubang menjadi kubangan-kubangan air karena tidak mampu meneruskan air hujan yang menggenang. Mau bagaimana lagi, rakyat pun hanya bisa pasrah, pemerintah pun tak segera berbenah untuk mengatasi kondisi jalan yang semakin parah.
Jalan raya Sendang Agng merupakan jalur satu-satunya yang menghubungkan desa-desa lain seperti Payung Rejo, Sendang Mukti, Sendang Asri, Sendang Baru dengan Kecamatan Kalirejo. Padahal, tidak kurang dari 500 mobil truck mengangkut berbagai komoditas, dari pertanian dan material bahan bangunan seperti pasir setiap harinya melewati jalan ini. Akan tetapi masih saja tetap sama dari tahu n 90-an sampai sekarang jalan Sendang Agung tetap sama rusak parah. Apakah pemerinth menutup mata? Apakah tidak ada anggaran untuk membangun infrastruktur jalan dengan benar.
Dari dahulu hingga sekarang, jalan yang diperbaiki tetap saja sama. Baru saja di tambal dan ditimpa aspal, hanya selang beberapa hari jalan yang mengalami perbaikan rusak lagi. Hal ini terus saja terjadi, berulang-ulang kali. Entah, apakah perbaikan jalan ini hanya sebagai lahan bagi para oknum petinggi-petinggipemerintah kabupaten dan kontraktor. Dengan perbaikan jalan yang nantinya akan mengalami kerusakan mungkin hal ini akan menjadi proyek yang diulang lagi di tahun depan, atau mungkin sebagai proyek bulanan yang tiap bulann pasti ada. Dengan begitu para kontraktor dan oknum pejabat kabupaten akan meras
akan aliran dana proyek yang terus ada akibat rusaknya jalan yang itu-itu saja.
Harusnya rakyat sadar terhadap hal ini dan mau melakukan tindakan kritis menghadapi kebijakan pemerintah.